Perjuangan Di Balik Sebuah Keberhasilan

Pelaut ulung tidak dihasilkan dari ombak lautan yang tenang

Beberapa bulan terakhir ini saya sedang senang belajar dari orang-orang yang meniti perjalanan karirnya berkaitan dengan bidang kepenulisan online. Mulai dari blogger, content writer, travel writer, konsultan SEO, pengelola web dan lain-lain.

Selain mempelajari teknisnya, ada satu hal yang sejak dulu menjadi daya tarik fokus pikiran saya. Yaitu belajar dari pengalaman mereka dalam menjalani proses nya, jatuh bangunnya mereka, dan bagaimana mereka terus mempertahankan semangat untuk melanjutkan perjuangannya.

perjuangan sebuah keberhasilan

Memang tidak setiap orang senang berbagi maupun menuliskan kisah perjalanan hidupnya. Sehingga saat menyaksikan kesuksesan mereka saat ini, kita kadang terlupa jika banyak airmata, kegagalan, dan naik turun semangat mereka saat melewati masa kelam perjuangan. Bagaimana mereka bertahan melalui masa “berdarah-darah” hingga mencapai kondisi saat ini itu yang tidak kalah menarik untuk dipelajari.

Strategi dan teknis itu penting, tapi tanpa mental yang kuat dan terlatih, kesuksesan itu tidak akan bertahan lama. Melatih otot ketahanan menghadapi tantangan yang ada, justru itulah kesuksesan mereka sesungguhnya. Sehingga saat saya menemukan orang-orang yang mau berbagi kisah seperti ini baik secara langsung maupun lewat media tulisan, maka insting saja akan langsung on untuk belajar dari pengalaman hidup mereka dalam menapaki tangga suksesnya.

Orang bilang ilmu itu ibarat pintu yang membutuhkan anak kunci yang tepat untuk membukanya, jadi saya membiasakan diri untuk banyak bertanya pada sahabat sekaligus guru-guru saya. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan orang-orang baik yang murah hati dalam membagikan ilmunya. Dan sabar menghadapi kebawelan saya hihihi…. *salim dulu*

Banyak link inspiratif saya dapatkan dari sahabat sekaligus guru-guru saya ini, menjadi momen kejutan yang ditunggu ditengah waktu menjalankan aktifitas, lalu ada chat masuk yang berisi link web untuk dipelajari. Serasa punya lokomotif yang kadang menarik atau mendorong saya untuk terus berkembang menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Salah satu link terbaru yang saya kepo-in untuk dipelajari adalah blog milik mbak Langit Amaravati. Saya mendapatkan infonya dari guru saya . Salah satu artikel yang menarik untuk dipelajari adalah di artikel yang menjadi pemenang kontes blog yang dilakukan oleh sebuah perusahaan gadget. Bisa anda baca di sini.

Tampilan, content dan teknis menulisnya sudah jelas membuat saya mupeng berat, namun kisah yang ada di dalamnya itulah yang lebih membuat saya terinspirasi. Ternyata benar sebuah nasihat lama yang pernah saya dapatkan:

Apapun pendapat orang lain atas dirimu itu tidak penting.

Yang lebih penting adalah bagaimana kamu dalam menilai, menyayangi dan menghargai dirimu sendiri.

You become what you think

kamu adalah apa yang kamu pikirkan

Di saat-saat paling kelam dalam hidup kita, teman kita cuma 2. Allah dan diri kita sendiri. Bila kita malah menjauh dari Allah dan tidak bersahabat dan menghargai diri sendiri, akan berat rasanya menjalani masa kelam itu. Keluarga dan sahabat bisa datang dan pergi, tapi tidak untuk Allah dan diri kita sendiri.

Dalam sebuah grup whatsapp saya pun mendapatkan reminder dari guru saya yang lain, Bang Habibie, seorang trainer dari Medan yang juga seorang pengusaha. Beliau berkata bahwa kekuatan rasa bahagia dan syukur sangat berperan dalam perjalanan hidup kita. Rasa bahagia itu berawal dari pikiran kita.

Bahagia itu dirasakan di hati, tapi dibentuk dari pikiran.
Pikiran menjadi sebuah keyakinan,
dan sebenarnya itu adalah do’a dari hati yang terdalam.
(Bang Habibie Selalu Tersenyum)

diagram mengubah nasib

Ya, dari pikiran akan timbul perkataan,
Dari perkataan akan terlihat dalam perbuatan,
Dari perbuatan akan membentuk kebiasaan,
Kebiasaan itulah yang akan membentuk nasib,
Dan dari nasib itu kita akan meyakini pikiran kita.
Begitulah seterusnya.

Begitulah pengaruh sebuah pikiran dalam membentuk nasib kita. Maka jika kita ingin nasib kita berubah, perbaiki apa yang kita pikirakan. Perbaiki lagi bagaimana  kita memandang dan menghargai diri kita.

Ilmu itu bisa datang dari mana saja, siapkan diri dan siapkan wadah untuk menampung dan mengamalkannya. 🙂

Regards

Eva Zahra

 

4 Comments

  1. rachman January 7, 2017 Reply
    • evazahra January 7, 2017 Reply
  2. Echie January 8, 2017 Reply
    • evazahraAuthor January 9, 2017 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *