Personal Life

#RamadhanNotes13 : Ruang Rindu

Kupegang erat dan kuhalangi waktu,

Tak urung jua kulihat dia pergi.

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar lagu “Ruang Rindu” dari grup band Letto, musisi yang bermarkas di kota Jogjakarta. Sebagian liriknya bisa membuat pendengarnya baper (bawa perasaan), tapi makna dalam lagu ini tetaplah multitafsir.

Lupakan dulu bahasan lagu ini dari sisi baper, koper dan sebangsanya 😀 Yuk mari kita kaitkan dengan bulan Ramadhan di tahun ini yang sudah hampir pergi meninggalkan kita.

Beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, sebagian orang menuliskan kerinduannya pada hadirnya bulan yang penuh dengan barokah didalamnya. Tigapuluh hari menjalankan ibadah puasa wajib, dimana didalam bulan ini ada malam yang nilainya lebih dari seribu bulan. Begitupun saya, sudah membuat list apa saja aktifitas yang ingin saya kerjakan agar bulan Ramadhan ini penuh dengan kegiatan yang bermanfaat.

Bulan yang seharusnya berisi aktifitas dan upaya pengendalian diri dari nafsu, syahwat, emosi, lapar, dahaga dan lain sebagainya. Tapi apa yang terjadi saat mempersiapkan hidangan berbuka puasa? Terkadang saya justru berlebihan dalam menyediakan menu untuk berbuka puasa ataupun sahur. Dan hasilnya, nggak jadi menahan nafsu, malah jadi berlebih-lebihan 🙂 Pengeluaran biaya hidup untuk sebulan kok jadi melebihi hari-hari biasa yak… Hadeuh.. ada yang perlu disinkronkan dalam setelan mindset saya.

Hari demi hari berlalu, ternyata hanya sebagian list saya yang berjalan sesuai dengan rencana. Bukan karena kurangnya waktu, lebih banyak karena penundaan bercampur rasa malas yang hadir menyamar dalam bentuk kejadian yang mengalihkan fokus 🙂 Sebagian aktifitas dadakan ini alhamdulillah bermanfaat karena berkaitan dengan kegiatan sosial, sebagian lagi krik..krik…krik…entah dimana manfaatnya.

Dan duapuluh hari berlalu begitu cepat. Sepuluh hari terakhir sudah mengetuk pintu ruhani, mengingatkan jika bulan Ramadhan sebentar lagi berlalu pergi. Si pengalih fokus pun tak ketinggalan mengetuk pintu nafsu, persiapan untuk menghadapi hari lebaran yang bagi sebagian orang identik dengan belanja (food, fun, fashion) demi penampilan istimewa di hari raya Idul Fitri. Belum lagi persiapan untuk menghadiri acara halal bihalal/reuni, berikut persiapan jurus mengelak dan menangkis pertanyaan “Kamu kapan?” 😀 Nah loo baper…

Betapapun kita berusaha menahan laju waktu, tetaplah dia akan berlari meninggalkan kita, dan hanya di ruang rindu kita bisa bertemu kembali dalam bentuk kenangan dan (mungkin) penyesalan.

Yap.. tinggal sepuluh hari lagi bulan Ramadhan akan berlalu.

Sudah merasa cukupkah kita?

Regards

Eva Zahra

4 thoughts on “#RamadhanNotes13 : Ruang Rindu

  1. Peeh selama Ramadhan malah pengeluaran untuk badhokan jadi minim. Beberapa kali diajak buka bareng rekanan kantor. Di kosan dapet supply dari Ibu kost. Menu buka yang biasanya masih bersisa hingga sahur menjelang.

    Kamu kapan..?
    Aku wes nggae tulisan tentang iku, tapi tak jadwal terbit hari ke 28 Ramadhan.

    1. Yaaa yaa… mungkin dirimu berwajah layak disantuni hihi.. Klo aku tipe layak menyantuni 😀

      Hoho.. awakmu wis gae artikel sampai tanggal 28? *semaput

Leave a Reply to evazahra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *