Minimalism, Personal Life

#RamadhanNotes14 : Get 1 Give 1

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, yang paling terasa adalah lalu lintas yang makin padat dan muncul kemacetan di sekitar pusat perbelanjaan. Menyaksikan kehebohan ibu-ibu yang bersemangat dalam berbelanja berikut wajah-wajah memelas para lelaki yang mengantarkannya. Beda fokus kali ye.. Yap, belanja bisa menjadi terapi kebahagiaan bagi sebagian wanita hihihi…

Buy 1 Get 1… Ini promosi yang paling sering muncul di supermarket dan mall. Efeknya cukup hebat, langsung mematikan logika para penggila belanja. List belanja yang tadinya berisi beberapa item produk, tiba-tiba bertambah sesak dengan list siluman, datang tak diundang, lalu pergi membawa sebagian penghuni dompet.. ckckck… #HayatiCurhat

Lalu… Get 1 Give 1… ini jenis promosi apalagi?

Ini bukan iklan belanja sodara sodara.. Ini adalah kalimat yang saya dengar saat mengunjungi Panti Asuhan Daarul Qolbi beberapa hari yang lalu. Saat itu saya bersama teman-teman saya datang kesana untuk menyampaikan amanah donasi dari teman-teman kami dari beberapa komunitas tempat kami bersosialisasi. Sahabat Ke Surga (SKS), Komunitas Bantu Berjama’ah dan Grup Konspirasi (kondangan sambil piknik dan rekreasi) 😀

Saat itu Pak Priyanggono, pengelola Panti Asuhan berbagi kisah yang menarik tentang bagaimana beliau menanamkan kebiasaan baik pada anak-anak asuhnya. Jumlah mereka kini ada 17 anak. Yang menarik adalah, saat ada donatur yang memberikan bantuan pakaian, Pak Pri membiarkan anak-anak asuhnya memilih pakaian sesuai keinginan mereka. Tapi… konsekuensinya adalah, anak-anak ini harus merelakan sejumlah pakaian yang ada di lemari mereka untuk gantian disumbangkan ke tempat lain. Get 1 Give 1, dapat 1 berikan 1.

Setelah semua proses selesai, pakaian “barter” donasi dari anak-anak Panti Asuhan Daarul Qolbi ini lalu dikemas dan bareng-bareng diantarkan ke tempat yang lebih membutuhkan. Keren kali cara Pak Pri mengajarkan kebiasaan Pay it Forward. Bukan sekedar menerima, tapi juga meneruskan kebaikan yang diperoleh pada orang lain.

Bukan cuma baju yang disalurkan lagi. Bila panti ini mendapatkan bantuan beras ataupun telur ayam dalam jumlah berlebih, sebagian akan dibagikan pada masyarakat di sekitarnya yang lebih membutuhkan. Kata beliau “sayang kalau kelamaan disimpan, nanti malah busuk/rusak”. Mengalirkan energi kebaikan. Itu yang beliau ajarkan pada anak-anak asuhnya.

Saya lalu mengingat kembali kebiasaan yang sudah saya lakukan 2 tahun terakhir ini. Berusaha merampingkan isi lemari baju dengan cara Buy 1 Give 1. Setiap kali saya membeli baju baru, harus ada baju lama yang harus saya sumbangkan pada orang lain. Alasan pertama adalah untuk mengendalikan keinginan belanja saya, alasan kedua supaya barang-barang lama tidak menumpuk dan mubadzir karena tidak terpakai. Tapi maaf ya… ini tidak berlaku untuk koleksi buku 😀 #Catet #Sikap

Nah masalah muncul saat ada teman yang memberi hadiah gamis, baju ataupun kerudung pada saya. Jadi butuh waktu lama nih untuk memilah dan memilih barang yang mana yang harus saya ikhlaskan untuk orang lain 😀 Karena di luar rencana..

Ternyata ada kenikmatan di dalam menjalani kebiasaan baru ini. Sama seperti proses menyederhanakan pikiran. Hanya menyimpan memory pikiran yang bermanfaat, dan mengurangi memikirkan hal-hal yang tidak membawa manfaat.

Pay it forward… Membiarkan energi kebaikan mengalir dan terus mengalir…

Kamu… kapan mau ikutan pay it forward?

Regards

Eva Zahra

2 thoughts on “#RamadhanNotes14 : Get 1 Give 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *