Personal Life

#RamadhanNotes15 : Ini Caraku Menyerap Ilmu

Jangan terlalu sering mencatat, cukup dengarkan dan perhatikan saja apa yang disampaikan oleh pemberi materi pelatihan.

Nanti slide presentasi akan diberikan pada masing-masing peserta.

Begitulah pesan dari seorang pemateri saat saya mengikuti sebuah pelatihan. Sepertinya beliau heran melihat saya sejak awal pemaparan materi, sesekali mencorat-coret agenda saya dengan potongan-potongan tulisan yang akan menjadi anchor ingatan bagi saya.

Mungkin bagi sebagian peserta ini cocok dan memudahkan. Nggak perlu nyatet, cukup dengarkan dan perhatikan, nanti pulang sudah dibekali soft copy materi yang dibawakan. Tapi mohon maaf bangeeeets, bagi saya, itu seperti sebuah siksaan sodara-sodara.. heuheu 😀 

Mengapa?

Karena cara saya mengingat ilmu bukan dengan cara visual (memperhatikan/melihat) dan audiotori (mendengar). Cara belajar saya adalah kinestetik. Saya lebih mudah mengingat dengan mencatat, bergerak dan praktek.

Kalau saya diharuskan duduk diam, mendengarkan dan pandangan lurus ke depan, biasanya perlahan-lahan badan saya akan mengikuti arah hembusan angin AC, ke kanan..ke kiri..ke depan lalu mulai doyong ingin merebahkan kepala di meja. Kemudian posisi duduk saya akan makin merosot mengikuti gerakan kepala yang terkantuk-kantuk hihihi…

Dalam hati saya berkata, “Wahai Tuan penyampai materi pelatihan, mohon pahami jika setiap orang punya cara menyerap ilmu yang berbeda-beda. Jangan samakan cara belajar anda dengan cara belajar orang lain”. 😀

Akhirnya ya saya tetep aja pake cara belajar ala-ala saya.. Kan saya yang ikutan workshop, saya yang mengeluarkan biaya, dan saya juga yang membutuhkan ilmunya. Bukan bermaksud tidak menghormati saran yang diberikan. Mohon dimaafkeun ya…

Setiap orang punya cara tersendiri dalam menangkap informasi. Ada tipe visual (melihat), tipe audiotory (mendengar) dan tipe kinestetik (bergerak). Tidak ada yang lebih unggul antara satu dibandingkan dengan yang lain. Karena ini membahas tentang sebuah cara.

Begitupun yang saya terapkan di usaha bimbingan belajar (bimbel) yang saya jalankan. Murid-murid bimbel saya bebaskan untuk mengambil posisi paling nyaman saat belajar. Ada kelompok les yang lebih suka duduk di kursi les dengan rapi, ada yang memilih mengambil meja pendek sambil duduk lesehan, ada pula yang minta ijin mengambil bantal lantai lalu belajar sambil telungkup 😀 Saya bebaskan selama esensi belajarnya dan etika belajar mereka tetap berjalan dengan baik.

Saya merasakan bagaimana tidak nyamannya menjalani sistem belajar yang tidak sesuai dengan tipe belajar saya dalam menyerap informasi dan ilmu. Sehingga informasi yang masuk ke dalam pikiran menjadi kurang maksimal.

Jika suatu ketika anda menemukan saya menyimak sebuah presentasi sambil menggoyangkan kaki atau jemari saya mengetuk-ngetuk buku, tak perlu heran… Karena kalau sampai saya terlihat diam tidak berbicara ataupun melakukan sesuatu, biasanya saya saat itu sedang ngantuk atau malah sudah tidur 😀

Yap.. setiap orang punya cara masing-masing dalam menyerap informasi… Cukuplah dimengerti dan cobalah dipahami.

Regards

Eva Zahra

 

2 thoughts on “#RamadhanNotes15 : Ini Caraku Menyerap Ilmu

  1. Berarti besok pas kelas 14 agustus di cilacap, aq harus perhatikan. Ni orang goyangnya ke kanan apa ke depan :))

Leave a Reply to evazahra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *