Lesson in Life

#RamadhanNotes2 : Wisata Ifthor

7 Juni 2016

Hari kedua bulan ramadhan, hmm.. ada pengalaman seru apa lagi ya hari ini? πŸ˜€

Jam 04.00 WIB pagi sekenyang sahur (maksudnya setelah kenyang makan pas sahur), saya sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Masjid Syuhada untuk subuh an. Ini alasan aja sih biar nggak tidur selepas subuh πŸ˜€ Lagipula, jam 5.30 nanti juga saya sudah harus standby untuk belajar tahsin disana. Jadi sekalian saja berangkat lebih pagi. Oiya, prestasi juga nih, memaksa diri mandi sebelum subuh, hehe… Biasanya alasan mulu buat menunda mandi pagi hingga detik terakhir sebelum zona darurat πŸ˜€ #bangga

Subuh ini istimewa, karena imam dan penceramah di Masjid Syuhada kali ini adalah Ustadz Salim A Fillah. Saya mengagumi aktifitas beliau sebagai da’i sekaligus penulis buku islami yang santun dan piawai merangkai sastra dalam kata. Menyampaikan dakwah dengan bahasa yang ringan, santun dan mudah dipahami. Dalam kajian pagi ini beliau menyampaikan harapan-harapan beliau agar umat islam di Indonesia kembali fokus pada persamaan dan persaudaraan untuk kemajuan Islam sendiri. Bukan malah membesar-besarkan perbedaan yang ada dan mengutamakan ego antar kelompok yang merasa diri paling benar hingga mudah mengkafirkan saudara sesama muslim.

05.30 WIB seperti biasa saya mengikuti kelas tahsin dasar di masjid yang sama. Eh kebetulan juga ustadz pengajarnya dalam jeda antar materi pokok, menyampaikan hal yang selaras dengan kajian Ustadz Salim A Fillah. Bagaimana perbedaan pendapat dan perseteruan itu kadang terjadi karena kurangnya ilmu dan pemahaman. Pahami ilmunya dan pahami juga sudut pandang orang lain agar tidak salah menilai. Bisa jadi bukan pendapatnya yang salah, tapi ilmu dan informasinya yang kurang.

Ciee serius amat bacanya πŸ˜€

Okeh, selepas belajar tahsin terjadilah hal-hal absurd yang saya lakukan. Oiya, sekedar info, saya berhasil membuat teman saya Ririt, untuk kepo dan ikutan mendaftar untuk belajar di kelas tahsin. Yes…saya dapat teman ngabsurd di kelas ini hihi… (duh kan jadi salah fokus). Β Kelas tahsin selesai sekitar jam 07.00 WIB. Seingat saya, saya ada jadwal ngaji lagi ke rumah guru saya jam 09.30 ini. Jadi dengan PD saya bilang ke Ririt, jika saya mau nunggu di masjid ini saja sambil mereview ulang materi yang akan saya pelajari nanti. Gaya bener… πŸ˜€ Tapi kok rasanya ada yang kurang sreg di hati ya.. entah apa saya tidak tahu.

Belajar di ruang sholat putri di masjid ini, tenang… sepi… dan ngantuk. Awalnya lancar saat membaca dan membuat coretan-coretan catatan untuk mengingat. Tapi saat di ruang sebelah sedang ada kelas tilawah putri, tanpa sadar saya terlelap sebentar hehehe… Hadeeh, bisa-bisanya tidur saat mendengar orang mengaji, ckckck… Untung cuma sebentar terlelapnya. Efek jam tidur malam berkurang mungkin ya (berusaha mencari alasan untuk pencitraan) πŸ˜€

Saya melirik jam dinding di masjid, wah sudah jam 09.00 , waktunya berangkat ke rumah guru saya. Memakan waktu kira-kira 20 menit untuk sampai disana. Sesampai saya disana, perasaan nggak enak di hati tadi terjawab juga. Saya salah jadwal saudara saudara.. Ini hari SELASA, sementara jadwal belajar saya hari RABU. Ada aqua? πŸ˜€

Ceritanya ini jadwal pengganti, karena saya sempat berhalangan hadir hari senin kemarin, jadi guru saya meminta saya ikut jadwal kelompok lain di hari rabu jam 09.30. Dan saya tidak teliti saat membaca harinya. Sepertinya saya butuh tidur… #lho Akhirnya saya pulang dan tidur sebentar sebelum waktu dzuhur tiba. Hayati ngantuk banget, Bang… πŸ˜€Β Hikmahnya, saya berhasil mencicil review materi untuk hari rabu ini (teteeep…cari hikmahnya).

Siang berlalu juga, hingga sore menjelang. Senja ini saya ingin mencicipi suasana buka bersama di Masjid Syuhada. Ada obyek wisata baru selama bulan ramadhan di kota Jogja. Namanya WISATA IFTHOR hehehe… Merasakan kebersamaan saat berbuka bareng dengan ribuan orang di masjid-masjid besar di kota Jogja. Bahkan menurut informasi, di Masjid Kampus UGM dan Masjid Jogokariyan menyediakan 1200 – 1500 porsi ifthor (sajian berbuka puasa) untuk berbuka bersama jama’ah dan masyarakat sekitar masjid. Terbayang kan bagaimana seru dan meriahnya? Yap…Tapi jangan berhenti di menikmati ifthor saja. Ikut juga donasi untuk penyediaan ifthor ya.. Nikmati suasananya, tapi ingat pula untuk ikut serta dalam amalnya.

Sebelum adzan maghrib berkumandang, ribuan orang sudah duduk saling berhadapan di teras masjid, dimana panitia masjid sudah menyediakan hidangan ifthor untuk dinikmati bersama.

Ternyata memang seru.. Begitu adzan maghrib berkumandang. Kami segera bersantap bersama. Hanya sekejap, sekitar 10-15 menit, karena kami harus segera mengambil air wudhu untuk mengikuti sholat maghrib berjama’ah.

Jadi buat anda yang ingin merasakan suasana berbuka bersama di masjid-masjid, perhitungkan betul waktu dan kondisi antrian saat berwudhu nanti. Pastikan efektif waktunya. Sayang kan kalau acara berbuka bersama malah membuat kita lalai dan menunda sholat maghrib hingga mepet sholat isya. Bisa-bisa bukan barokah yang kita dapatkan, tapi malah kegiatan yang sia-sia dan melalaikan.

Selepas sholat maghrib, saya menuju Mssjid Kampus UGM untuk sholat tarawih. Lho kok tidak sekalian di Masjid Syuhada saja? Hehe… pertimbangan kemudahan akses menuju jalur pulang saya saja. Saya mencari lokasi yang rute jalan menuju pulangnya lebih nyaman, ramai dan terang. Bagaimanapun juga saya perlu memperhitungkan faktor safety dan keamanannya.

Yah begitulah kegiatan hari kedua di bulan Ramadhan ini. Selalu ada yang seru untuk dibagikan dan diabadikan dalam bentuk tulisan.

Sampai jumpa di rangkaian #RamadhanNotes hingga paripurna 30 episode nanti πŸ˜€

Regards

Eva Zahra

4 thoughts on “#RamadhanNotes2 : Wisata Ifthor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *