Lesson in Life

#RamadhanNotes20 : PHP Kaleng Biskuit

Lebaran, di beberapa daerah identik dengan berkumpul bersama keluarga dan saling berkunjung antar tetangga. Di kota-kota besar mungkin sebatas berkunjung ke beberapa tetangga dekat saja, waktu sehari pun cukup. Ada sebagian kota-kota kecil atau di pedesaan di daerah jawa tengah yang mempunyai tradisi saling berkunjung yang bisa memakan waktu seminggu penuh bahkan lebih.

Kok lama bener? Iyalah… karena ada tradisi mudik dan ada kebiasaan untuk mengunjungi setiap rumah tetangga dalam satu desa dan rumah kerabat dekat (Simbah, Pakdhe, Budhe, Paklik, Bulik, dan sebagainya). Berani tidak muncul, siap-siap diabsen dan ditanya alasan tidak munculnya. Wajarlah kalau orang-orang di daerah seperti ini sangat mengenal tetangganya satu sama lain.

Tidak usah heran mengapa butuh waktu seminggu atau bahkan lebih. Karena ada adat budaya yang mengharuskan para tamu untuk menikmati makan dan minum yang dihidangkan. Bukan cuma makanan ringan, masih banyak yang menghidangkan makanan berat (nasi lengkap dengan pasukan pendukungnya). Menolak makan bisa dianggap sebuah bentuk ketidaksopanan pada tuan rumah.

Jadi cukuplah dihitung kapasitas perut masing-masing saat mengikuti tradisi berkunjung di daerah pedesaan yang memiliki budaya semacam ini. Berapa piring kapasitas perut anda menentukan berapa jumlah rumah yang anda singgahi hihihi…

Nah yang bikin tambah seru adalah sajian makanan ringan yang dihidangkan. Berbagai cemilan tradisional disajikan dalam wadah-wadah unik. Jaman sekarang di perkotaan banyak yang menggunakan toples/wadah kue bermerk Tupp**ware, wadah plastik yang naik kelas segmennya 😀 Sementara di desa-desa masih banyak yang menggunakan toples kaca bening maupun kaleng-kaleng biskuit khas lebaran.

Yuk mari kita fokusin ke kaleng-kaleng biskuit ini. Di hari pertama dan kedua, mungkin masih ada kesesuaian isi antara merek kaleng kue dengan isinya. Kaleng biskuit masih berisi biskuit sesuai gambar yang ada di kaleng. Harapan dan kenyataan masih selaras.

Hari ketiga, keempat dan seterusnya… Waini… mulai terjadi fenomena PHP (Pemberi Harapan Palsu) kaleng biskuit 😀 Kaleng bergambar kue eggroll, eh pas dibuka, isinya emping. Kaleng KhongGu*n pas dibuka isinya rengginang atau kacang bawang. Pedih rasa hati ini kena PHP, Bang… pedih… 😀

waspada-php-kaleng-biskuit

Yah begitulah saat harapan tak sejalan dengan kenyataan. Good time menjadi bad time, Khong Guan menjadi Khong Juring 😀 Lho kok jadi curhat?

Ngomong-ngomong, ini mirip juga kan ya dengan cara kita menilai orang lain berdasarkan penampilannya. Apalagi di jaman sekarang, saat silaturahim tak terbatas di dunia nyata saja tapi berlimpah di dunia maya. Tak berbatas jarak dan waktu, namun terbatas sekat-sekat informasi untuk menilai orang lain.

Bisa jadi orang yang ramai berisik dan banyak bicara di dunia maya, ternyata adalah orang yang pendiam dan introvert di dunia nyata. Bisa jadi orang yang terlihat religius di dunia maya, pada kenyataannya jauh dari citra “sempurna” seperti yang ditampilkannya. Mungkin saja orang yang rajin sharing status-status cerdas di dunia maya ternyata hanya mengcopy paste ulang kalimat dan pendapat dari orang lain.

Begitu juga sebaliknya. Boleh jadi orang yang terlihat sangat sederhana di dunia maya, adalah orang yang sukses dalam karir dan berkelimpahan materi di dunia nyata. Bisa saja orang yang hobby berbagi hal lucu dan menarik untuk memancing tawa di dunia maya, ternyata di dunia nyata adalah orang yang pembawaannya serius dan teratur menjaga pola hidupnya. Mungkin juga orang yang di dunia maya terkesan santai dan rendah hati, ternyata di dunia nyata adalah ahli ibadah dan memiliki ilmu agama dan wawasan yang luas dan mendalam.

Semua terjadi karena terbatasnya waktu dan informasi yang kita miliki untuk digunakan sebagai sarana menilai orang tersebut.

Jadi jangan terlalu cepat menilai orang lain sebelum kita mengenalnya secara langsung dalam waktu yang lama, sebelum kita mengenal betul karakter keluarga, orang-orang dan komunitas tempat dirinya menghabiskan sebagian besar waktunya, dan sebelum kita bermuamalah dengannya. Yang terlihat sekilas dari luar belumlah bisa digunakan untuk menilai apa yang ada di dalam dirinya.

beda-kulit-beda-isi

Bulan ramadhan hampir berlalu. Hari kemenangan akan segera tiba. Walaupun masih ada perdebatan tentang tradisi saling memohon maaf saat lebaran, tapi selama tidak ada larangan, mengapa harus diperdebatkan 😀 Hargai saja niat baik mereka. #PesanSponsor ^^

Okesip.. Selamat melanjutkan ibadah bulan ramadhan sambil mempersiapkan diri menghadapi lebaran.

Regards

Eva Zahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *