Life

#RamadhanNotes5 : Mengapa Ada Ramadhan Notes?

Seharusnya notes ini saya letakkan di awal urutan rangkaian Ramadhan Notes. Tapi ok lah tidak mengapa..

Isi #RamadhanNotes yang sudah saya tulis tidak jauh-jauh dari curcol, curhat, renungan dan segala macam hal yang menurut saya menarik untuk dibagikan. Sebagai pengingat ngapain saja saya selama bulan Ramadhan ini. Yah.. walaupun kadang terasa seperti membongkar keabsurdan diri sendiri hihi… Tak apa.. beginilah saya 😀

Jadi mengapa sampai ada rangkaian cacatan notes selama bulan ramadhan ini? 

Awalnya, teman baik saya, yang berjudul Om Diptra melontarkan ide untuk menulis notes selama bulan ramadhan. Saya pikir, mengapa tidak? Sayang sekali jika keseruan ramadhan berlalu begitu saja tanpa kesan yang bisa dibagikan dalam bentuk tulisan. Mana tahu bisa menghibur atau menginspirasi pembaca blog ini.

Awalnya idealis sekali, sehari harus satu artikel diposting. Jadi total nanti akan ada 30 artikel di bulan ramadhan. Lalu saya flashback kembali pengalaman yang telah lalu.. Bagi saya, menulis itu butuh suasana hati yang sedang nyaman. Karena saat saya sedang emosi (marah, sedih, dll) biasanya yang muncul adalah artikel yang juga berisi kemarahan dan kesedihan. Mana seru dishare ke publik. Mengundang atensi yang bisa jadi malah memberi efek yang tidak baik. Jadi saya pasang target 20 sampai 30 artikel yang bisa dipublish selama bulan ramadhan ini.

Sudah ada 4 Notes sebelum ini. Marhaban Yaa Ramadhan, Wisata Ifthor, Belajar Tak Mengenal Usia dan Dua Sisi Koin Mata Uang. Entah apa nanti judul berikutnya 😀 Saya cenderung menulis dengan ide yang impulsif sesuai dengan hikmah apa yang saya temui hari itu.

Sudah masuk hari ketujuh di bulan Ramadhan. Sudah seperempat jalan kita lalui. Perut sudah menyesuaikan diri dengan ritme makan yang baru. Waktu istirahat badan juga sudah mulai teratur. Saya pribadi masih berusaha mengendalikan godaan rasa kantuk yang sanggup membuat saya berada di Sleep Mode On saat menemukan posisi wuenak untuk bersandar 😀 Eh ngomong-ngomong, sudah berapa banyak kebaikan yang kita bagikan?

Memasuki minggu kedua di bulan ramadhan, mulai muncul tawaran untuk berbuka puasa bersama komunitas dan teman-teman dekat. Namun tetep lebih seru saat ada tawaran acara Bakti Sosial dan Berbuka Bersama anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Yap.. Bulan Ramadhan selalu memunculkan suasana relijius yang kuat. Bermunculan ladang amal yang menanti untuk digarap. Semoga bisa berlanjut hingga bulan-bulan setelah bulan Ramadhan. Aamiiin

Okehsip, kali ini pendek saja isi artikelnya. Karena saya… ngantuk 😀 Nggak dink, ini hari minggu. Saatnya me time..

Regards

Eva Zahra

1 thought on “#RamadhanNotes5 : Mengapa Ada Ramadhan Notes?

  1. Bihi lhaa timbang ramadhanotes diisi laporan hari ini sahur dengan lauk ini, bukanya pake ini. Ngapain ajah seharian haha. Which is itu Ramadhan notes ane tahun kemarin. Klo yang macam ini ditulis di buku harian ajah huehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *