Personal Life

#RamadhanNotes6 : Lepaskan Yang Bukan Urusanmu

Yen masalahmu ga rampung-rampung, mungkin awakmu durung nyelehno sing dudu urusanmu.

 

(Jika masalahmu tidak selesai-selesai, mungkin dirimu belum meletakkan yang bukan urusanmu).

Di suatu sore, salah seorang sahabat saya yang sudah berbilang bulan tidak berjumpa tiba-tiba menghubungi saya. Dia mengajak saya untuk berbuka puasa di salah satu warung favorit yang terletak di selatan kota Jogja, tepatnya di Desa Pleret, Bantul. Letaknya pas di sebelah lapangan tempat latihan pacuan kuda. Menu utamanya adalah Ikan Manyung dan Nasi Gandul.

Nah seperti inilah pemandangan dari depan warung ini.. Sudah lewat jam latihan berkuda, hanya ada 2 ekor kuda dan penunggangnya di kejauhan yang sedang pulang kandang.

Yak… ternyata warungnya tutup sodara-sodara… πŸ˜€ Sedang dalam proses renovasi total. Tapi, herannya sudah ada 2 set menu berbuka puasa yang terhidang di atas meja. Rupanya teman saya ini kenal baik dengan pemilik warung ini dan sudah merencanakan hal ini sebelumnya.

Warung-Ndas-Manyung-Bantul-evazahra.com

Sebakul nasi pulen, Β sop bayam, sepiring bakwan jagung, secobek tempe dan ikan manyung yang dipenyet dalam sambal terasi, dan pepes teri. Menggugah selera makan setelah seharian berpuasa. Masih ditambah 2 gelas es buah yang dihiasi potongan cincau… Tahaaan ngeces… Belum waktunya berbuka πŸ˜€

Sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami mengelus-elus perut yang riuh berbunyi πŸ˜€ Nggak deh.. ini lebay nya saya saja. Kami saling bertukar kabar dan berbincang tentang peristiwa hidup yang bisa dibagikan hikmahnya.

Selalu ada pelajaran hidup yang penuh hikmah saat mendengarkan kisahnya. Saya mengagumi bagaimana dia berkali-kali bangkit dari keterpurukan hidupnya, betapa besarnya keyakinan dan tauhidnya pada Allah di saat-saat semua ikhtiarnya terbentur pada “kegagalan”. Sehingga mampu membuat hal yang terlihat mustahil menjadi nyata hanya dengan bermodal rasa YAKIN dan PERCAYA pada kuasa Allah dalam mengatur perjalanan hidupnya.

Setiap kali dia melihat saya sedang khusyuk menghayati masalah yang hadir dalam hidup saya #halah , dia hanya tertawa dan berkata “Kalau masalahmu terasa berat dan tidak berujung solusi, lepaskan yang bukan urusanmu, tugasmu hanya ikhtiar, beribadah dan berdo’a, masalah hasil biar Allah yang atur”.

Terdengar simple… tapi bagi saya masih butuh perenungan yang mendalam.

Dia berkata, “Seringkali kita membuat skenario hidup sendiri, yang justru membuat hidup kita lebih rumit. Bagaimana nanti kalau… bagaimana jika… bagaimana bila…. Serba membuat asumsi sendiri, mengkhawatirkan masa depan berdasar perhitungan dan matematika manusia. Tapi sering kita lupa untuk melibatkan Allah di dalamnya. Tawakkal Β bukan cuma di akhir ikhtiar. Tawakkal di awal ikhtiar suka ketinggalan…”

Hadeeeh… kalau sudah seperti ini, reaksi saya tinggal nyengir malu saja. Sambil menghayati rasa lapar.. #teteeep πŸ˜€

Dari kejauhan terdengar suara adzan maghrib, waktunya berbuka puasa. Sedaaap….

Kejutan berikutnya, semua menu itu ternyata Free… Disediakan gratis oleh pemilik warung πŸ˜€

Begitulah kehidupan manusia, seperti orang yang menjalani proses seharian menjalankan ibadah puasa dan menunggu waktu berbuka. Menjalani proses ikhtiar dengan sebaik-baiknya, tanpa ikut serta mengatur kapan waktunya matahari tenggelam yang menunjukkan waktu berbuka telah tiba. Yang itu, biar Allah yang atur…

Suatu sore, di selatan Kota Jogja….

Regards

Eva Zahra

2 thoughts on “#RamadhanNotes6 : Lepaskan Yang Bukan Urusanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *