Lesson in Life

Rantai Terlemah

Beberapa tahun yang lalu, motor yang saya kendarai tiba-tiba tak bisa digunakan karena rantai nya lepas. Padahal rantainya terhitung masih layak digunakan. Saat dibawa ke bengkel, ternyata ada satu mata rantai yang  rusak, tak mungkin dibenahi lagi dan harus dipotong. Setelah disambung kembali, motor saya bisa digunakan lagi untuk beraktifitas.

Sebuah rantai yang panjang dan berkualitas bagus, akan kehilangan fungsinya saat ada salah satu mata rantai yang rusak atau bermasalah. Ratusan mata rantai lainnya terpaksa break sejenak untuk menunggu satu mata rantai itu diperbaiki. Bila kerusakannya sudah parah, makan terpaksa mata rantai itu diamputasi.

Begitupun yang terjadi dalam sebuah Team.

Kekuatan sebuah Team dinilai dari kemampuan anggota terlemah yang ada di dalam team tersebut.

Sebuah Team yang hebat, bisa jadi kurang efektif kerjanya karena ada salah satu anggota yang justru menghambat kemajuan Team dalam mencapai target. Orang-orang ini bisa jadi punya kebiasaan malas, negatif thinking, suka mengeluh, hobby mencari alasan, kurang baik dalam berkomunikasi antar anggota, tak bisa menerima saran, tidak disiplin, atau sekedar orang yang dalam kamus ucapannya kehilangan 2 kata yaitu kata maaf dan ucapan terimakasih.

Mengapa orang seperti seperti ini masih juga dipertahankan dalam sebuah Team? Kebanyakan karena faktor kedekatan emosi, karena kasihan, karena segan untuk memberhentikan, karena nggak enak hati sama orang lain.

Tapi lihat efek yang ditimbulkan bila orang seperti ini tetap di pertahankan. Meminjam istilah dari Prof. Rhenald Kasali, ada 2 tipe orang seperti ini. Tipe BAD PASSENGER atau tipe BAD DRIVER.

Tipe Bad Passenger (penumpang yang buruk), anggota yang sulit dan menyulitkan orang lain. Orang ini sebenarnya sedang “sakit” tapi tidak mau berusaha untuk mencari “obat”nya. Bad Passenger yang bisa dibina, dan mau berubah, bisa jadi akan bertransformasi menjadi GOOD PASSENGER.

Tapi, Bad Passenger yang tak bisa dibina, dan tetap mempertahankan sikap buruknya, maka akan bertranformasi menjadi BAD DRIVER. Lambat laun dia kan menarik dan mempengaruhi anggota Team lain untuk bersikap buruk  dan membahayakan kesolidan sebuah Team. Bad Driver semacam ini, lebih baik segera “dibinasakan” 😀 Agar sifat dan kebiasaan buruknya tidak menyebar dan merusak bagian Team yang sudah bagus.

Bila kita menjadi seorang leader dalam sebuah Team ataupun sebuah bisnis, haruslah peka dan mengedepankan logika saat mendapati ada anggota team yang menjadi bad passenger atau bahkan bad driver. Pilihannya cuma 2, dibina atau dibinasakan 😀 Tentu saja dalam format keberlangsungan kerjasama. Bukan dalam hal hubungan silaturahim.

Begitupun dalam sebuah lingkungan pergaulan ataupun sebuah grup baik online maupun offline, pandai-pandailah memilih teman dan lingkungan, karena intensitas pertemuan dan pembicaraan akan mempengaruhi kebiasaan, karakter, dan kualitas hidup kita juga.

Sekarang silakan direnungkan, adalah dalam lingkungan anda tipe orang seperti ini?

Regards,

@EvaZahraa

2 thoughts on “Rantai Terlemah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *