Personal Life

Rezeki Orang-orang Yang Ikhlas

Ikhlas itu seperti orang bersin, spontan, melegakan dan tidak perlu dipikirkan lagi.

“Rezeki itu banyak macamnya, bukan cuma rezeki yang diusahakan atau dibawa dalam doa. Rezeki itu bisa juga karena keikhlasan”, kata seorang guru kepada muridnya.

“Ikhlas yang seperti apa, guru?” tanya murid itu.

“Kamu pasti sudah sering mendengar kisah tentang orang-orang besar di negeri ini yang dulunya adalah murid-murid yang ikhlas mengabdi pada gurunya, dia berguru bukan hanya untuk mendapat ilmu, namun juga mencari ridho guru dan ridho Allah dengan ikhlas mengabdi untuk nyantri pada gurunya”.

Baca juga :

Mainkan Saja Peranmu

Ruh tak akan salah mengenali temannya

“Kamu mungkin sering mendengar sepasang orang tua yang bercerita tentang bagaimana mereka tidak menduga jika dicukupkan rezekinya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, padahal jika dihitung dengan matematika manusia, tidak akan ketemu nilai cukupnya”.

“Pernah juga kan kamu menyaksikan bagaimana tangan Allah bekerja untuk memberangkatkan umroh dan haji bagi orang-orang yang ikhlas merawat rumah ibadahNYA. Dalam pikiran orang-orang seperti mereka bisa jadi tidak pernah terlintas akan datangnya kesempatan untuk berangkat dan mengunjungi Baitullah”

rezeki orang bertaqwa

“Cobalah kamu bertanya pada guru-guru yang bertahan mengabdi di pelosok negeri ini. Apa yang membuat mereka bertahan di lokasi yang jauh dari jangkauan kemudahan fasilitas umum dan transportasi, mengandalkan pemenuhan hidupnya dengan usaha diluar mengajar, namun ternyata Allah cukupkan rezekinya dari arah yang tidak disangka-sangka, Allah berkahi keluarganya dengan ketentraman, kedamaian dan perilaku sholih/sholihah anak-anaknya.”

Baca juga :

Force dan Power

Sawang sinawang 

“Apa kamu tidak pernah berpikir tentang mengapa ganjaran yang disediakan untuk ibu yang ikhlas mengandung 9 bulan dan merawat anak-anaknya hingga tutup usia adalah surga dan kemuliaan di akhirat?”

“Menurutmu, apa sebabnya? Pasti ada pembelajaran di dalamnya”, lanjut guru itu.

Sang murid terlihat diam, berpikir lama lalu berkata, “Apakah ini yang disebut rezeki karena keikhlasan?”

“Ya, ini yang disebut sebagai rezeki yang hadir karena ikhlas. Bahkan Iblis pun tidak dapat menyesatkan hamba-hambaNYA yang sudah sampai di taraf “Mukhlasin”, yang berbuat tanpa ada pamrih selain mengharap hadirnya ridho Allah dalam hidupnya.” jawab Sang Guru.

Ia (iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hambaMu yang terpilih di antara mereka (mukhlasin)

(QS Al Hijr : 39-40)

“Kamu lihat bagaimana hari jumat kemarin, 2 Desember 2016, jutaan orang hadir berkumpul dari seluruh pelosok negeri untuk berdo’a bersama di ibukota negeri ini? Apa yang menggerakkan mereka yang menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan berjalan kaki? Jika tidak ada rasa ikhlas di dalamnya, niscaya mereka sudah tumbang di kilometer awal”

rezeki orang-orang yang ikhlas
sumber foto republika.co.id

“Apakah kamu tidak heran melihat pedagang-pedagang kakilima yang tergerak memberikan seluruh dagangan hari itu untuk menjamu saudara-saudara seimannya yang hadir hari itu? Jika tak ada rasa ikhlas di hatinya, niscaya selangkahpun mereka tidak akan bergerak menjalankan niatnya” ujar Sang Guru sambil mengingat kembali peristiwa beberapa hari yang lalu.

Ikhlas itu hanya bisa dirasakan oleh orang itu sendiri. Hanya dia dan Allah yang tahu apa yang tersembunyi. Orang lain hanya bisa menyaksikan perubahan yang terjadi pada orang-orang yang ikhlas dalam menjalani perannya dalam hidup ini.

*terinspirasi dari buku Rezeki Level 9 (Andre Raditya) dan aksi damai 212 di Jakarta

Regards

Eva Zahra

 

2 thoughts on “Rezeki Orang-orang Yang Ikhlas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *