Personal Life

Ruh Tak Akan Salah Mengenali Temannya

Pernahkah anda mengalami situasi dimana baru saja bertemu dengan kenalan baru, tapi seakan-akan anda sudah mengenalnya bertahun-tahun lamanya? Anda dan teman baru anda itu begitu mudahnya memahami apa yang dipikirkan masing-masing.

Begitu mudahnya anda dan teman baru anda mengerti keinginan satu sama lain walaupun tidak dijelaskan dengan ucapan. Bahkan anda berdua bisa curhat ataupun menebak dengan tepat masalah yang sedang dialami dan emosi yang sedang dirasakan. Padahal baru beberapa saat berteman.

Kesampingkan dulu asumsi tentang kepura-puraan yang mungkin terjadi, atau kesengajaan untuk bersikap seolah-olah memahami orang lain hehehe…

Bayangkan saja kejadian awal bertemu dengan teman anda, atau saat anda langsung merasa nyaman berada dalam sebuah komunitas. Ingat-ingat kembali peristiwa itu yang terlihat seperti sebuah blessing atau sebuah kebetulan yang terjadi dalam hidup anda.

Saya baru mulai mengamatinya saat mendengar kata-kata dari.seorang Ustadz yang sering mengisi acara majelis taklim di Jogjakarta. Beliau berkata,”Ruh dalam diri kita tak akan salah mengenali temannya”.

Menurut beliau, itulah mengapa kita dianjurkan untuk terus menerus memperbaiki akhlak dan karakter diri. Gunanya adalah supaya ruh kita tidak merasa nyaman saat berada di lingkungan yang salah. Dan supaya ruh kita merasa nyaman berada di komunitas yang baik. Karena ruh kita akan mengenali siapa temannya.

Beberapa hari yang lalu saya mengalami peristiwa yang membuat saya memperluas makna kata-kata Ustadz tersebut.

Ternyata pengalaman hidup yang membekas dalam ruh seseorang juga akan membuatnya mengenali orang-orang yang juga pernah mengalaminya. Bukan berarti langsung tahu saat itu juga… Tapi akan ada waktu dimana tercetus kalimat :
“Anda juga mengalaminya? Saya juga pernah mengalami hal yang sama”
“Masa sih? Kok sama dengan yang saya alami?”

Pernah mengalami kejadiab seperti itu? 😀 Saya pernah…. Yang baru saja saya alami adalah peristiwa yang terjadi beberapa minggu yang lalu.

Saat itu, sudah cukup lama saya ingin mengikuti pelatihan membuang emosi negatif. Timbunan emosi negatif yang membuat saya belum bisa berdamai dengan kejadian di masa lalu dan belum bisa berdamai dengan diri sendiri. Rasa tertekan, rasa sedih, rasa tidak ikhlas dan pikiran-pikiran “seandainya” yang selalu melintas dalam pikiran saya.

Karena ada timbunan emosi negatif yang belum bisa saya netralkan dan saya “release” dengan usaha sendiri maupun dengan bantuan sahabat-sahabat saya, maka saya memutuskan untuk mengambil kelas workshop khusus dengan bantuan therapist profesional.

Sepulang dari workshop yang diadakan di Bandung saat itu, beberapa hari kemudian saya membagikan pengalaman saya dalam sebuah grup chat yang saya ikuti. Saya bercerita tentang masa lalu saya yang membuat saya sulit me-release emosi negatif yang saya rasakan bertahun-tahun.lamanya. Saya membagikan metode apa yang saya jalani saat workshop tersebut. Lengkap dengan efek yang saya rasakan setelahnya.

Ternyata ada beberapa teman yang merespon dan melanjutkan diskusinya secara personal. Dan yang mengejutkan saya adalah : teman-teman saya itu adalah orang-orang yang saat pertama kali bertemu dulu, langsung seperti ada keterhubungan hati, emosi dan rasa percaya yang sangat kuat. Seperti sudah kenal bertahun-tahun lamanya.

Bersama mereka, saya ternyata menapaki jalan menuju penyembuhan diri yang sama. Bahkan tanpa sadar kami saling membantu menyembuhkan luka batin masa lalu dengan cara mendengarkan curhat, memberi saran, saling mensupport dan berempati satu sama lain. Padahal kami tidak dibekali dengan ilmu psikologi kejiwaan dari jalur pendidikan formal/informal.

Dari sini saya mengamati bahwa emosi negatif yang sama, akan menarik kita untuk bertemu dengan orang-orang yang juga pernah merasakannya. Dan saya menyadari bila Allah SWT akan membimbing kita untuk curhat pada orang yang tepat.

Jika emosi negatif yang pernah saya alami ditambah tekad untuk memperbaiki diri, tanpa sadar membuat ruh saya mengenali teman-teman yang satu tipe…. Berarti emosi positif pun bisa jadi memberi pengaruh yang sama pada kehidupan saya donk… 😀

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk mengamati teman-teman anda. Coba cari sebanyak mungkin persamaan yang anda dan mereka miliki. Karena bisa jadi, Allah SWT sedang menuntun anda dan teman-teman anda untuk saling membantu memperbaiki diri.

Apapun komentar negatif yang orang lain katakan tentang anda, tetaplah memilih menjadi orang yang baik dan terus memperbaiki diri. Dan yakinlah bahwa Allah SWT akan mengirimkan orang-orang yang baik untuk membersamai perjalanan hidup anda.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat,

@EvaZahraa

1 thought on “Ruh Tak Akan Salah Mengenali Temannya

  1. baca…baca…baca…, dan terdampar di artikel sini. judulnya menarik .. cuma mau bilang itu aja .., baca yang lain lagi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *