Lesson in Life, Notes

Sekedar Kata

Pernahkah hidup Anda terganggu oleh kalimat-kalimat yang diucapkan oleh orang yang tidak Anda kenal sebelumnya. Dan di kemudian hari kalimat-kalimat yang Anda dengar itu justru membuat pikiran Anda menjadi tidak nyaman. Karena  terus menerus terbayang dalam pikiran Anda?

Beberapa lama Saya disibukkan dengan hal yang seharusnya tak perlu dipikirkan. Tapi semakin lama Saya berusaha mengabaikan, ternyata makin kuat fokus Saya pada kalimat-kalimat itu. Semakin Saya berusaha melupakannya, semakin mudah hal itu muncul di ingatan Saya, lagi dan lagi…

Setelah sekian lama terganggu, Saya akhirnya menyadari bahwa Saya sendiri  yang sudah memberi ijin padanya untuk mengganggu hidup Saya. Dan Saya juga yang sudah membiarkan kalimat-kalimat itu menodai kebahagiaan hidup Saya.

Kata adalah sekedar kata, Kita sendiri yang memberinya makna. Makna positif, negatif, menyenangkan, menyedihkan, membahagiakan atau menyengsarakan, Kita sendiri yang menyematkannya pada kata-kata itu. Kondisi kejiwaan dan fisik pada saat Kita membaca/mendengarkannya juga sangat mempengaruhi rasa yang Kita dapatkan. Bilapun makna negatif itu sudah terlanjur tersemat, Kita masih diberi kuasa untuk mengubahnya.

Yang perlu dilakukan sebelumnya adalah menerima dulu adanya kata-kata itu, tanpa berusaha mengabaikannya atau melupakannya. Sama seperti saat Kita membaca novel, terhanyut saat mengikuti alur ceritanya. Suatu saat akan sampai di akhir kisah, dan Kita menutup lembar terakhir. Kembali ke saat ini dan Kita mudah berlalu dari kisah itu. Tak terganggu, hanya sekedar tahu. Kebahagiaan Kita tetap utuh, tak berkurang walaupun novel yang Kita baca itu bukanlah novel yang indah ceritanya.

Begitu hebatnya pengaruh kata-kata yang Kita dengar maupun Kita baca dalam perjalanan hidup Kita. Maka berhati-hatilah memaknainya. Karena saat Kita salah menyematkan makna, kenyamanan hati dan pikiran Kita menjadi taruhannya.

Kata-kata hanyalah sekedar kata-kata. Kita yang memberinya makna.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat :))

@EvaZahraa

4 thoughts on “Sekedar Kata

    1. Nah itu.. apalagi di jaman sosmed macam sekarang. Kita tidak melihat ekspresi, nada suara dan gesture badan orang yang berbicara. Mudah sekali salah paham terjadi bila tak bisa mempertahankan sikap netral dalam menilai maksud pembicaraannya 😀

    1. Betul mbak… masing-masing pihak dari yang berkata dan yang mendengar kadang punya “Rasa” yang berbeda.. Ada artikel dimari yg judulnya “Tahan 7 Detik”, karena ternyata Cognitif Mind kita butuh jeda waktu sekitar 7 detik buat berpikir logis.. Sebelum itu yang bergerak adalah somantic mind termasuk saat terbawa emosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *