Life

Semedhot

“Disaat kalian berbahagia karena lulus ujian dan meninggalkan tempat belajar ini, saya harus menata hati melihat kalian pergi sambil berdo’a yang terbaik untuk kalian”, ucap guru saya saat melepas saya dan beberapa sahabat yang sudah menyelesaikan sebuah level kursus bahasa setelah hampir setahun kami berinteraksi sebagai guru dan murid.

Saat itu saya bisa memahaminya, karena saya pun beraktifitas di bidang edukasi dan konsultasi pendidikan informal. Mungkin bagi seorang murid, waktu kelulusan adalah sebuah prestasi yang harus disyukuri dan dirayakan. Sehingga dia terlupa bahwa ada seorang guru yang harus menata hati, berpisah dengan murid-murid yang dia sayangi, mendo’akan mereka agar sukses menapaki jalan kehidupannya. Ikhlas melepas mereka pergi, walau kadang  muncul sebuah tanya, entah kapan akan berjumpa lagi.

Yaaa tidak semua guru juga yang merasakan hal ini, mungkin hanya guru-guru yang mengajar dengan sepenuh hati. Hanya dialami oleh guru sekaligus membuka diri untuk berperan menjadi sahabat sekaligus teman bagi murid-muridnya. Dan terlebih lagi bagi guru yang sedikit melow dan lebay seperti saya hihihi 😀

Semedhot, sebuah ungkapan bahasa jawa yang artinya perasaan sedih bercampur haru hingga hatinya bagaikan tersedot oleh rasa itu. Itu mungkin yang dialami oleh guru saya itu. Perasaan yang juga banyak dialami oleh orang-orang yang harus berpindah dari sebuah lingkungan yang nyaman, sekaligus meninggalkan teman dan sahabat yang sudah sekian lama mewarnai hari-harinya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Salah satu caranya adalah IKHLAS dan BERPRASANGKA BAIK, melepaskan semua asumsi yang membuat kita mereka-reka dan berandai-andai yang belum tentu terjadi. Energi kebaikan itu tak pernah hilang, akan selalu kembali dalam wujud kebaikan lain yang datang bertubi-tubi.

Percaya saja bila semua terjadi dengan cara yang sempurna dan baik adanya. Datang dan pergi adalah sebuah siklus bagaikan siang dan malam yang terus berganti. Yakin bila Allah menyiapkan rangkaian kebahagiaan berikutnya dan sedang dalam perjalanan memasuki kehidupan kita.

Ikhlas itu laksana bersin, tidak nyaman saat ditahan-tahan, melegakan saat sudah dikeluarkan dan tak di ingat-ingat lagi. 😀 #BukanQuote

Regards

@EvaZahraa

2 thoughts on “Semedhot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *