Review

Siapa Bilang Karyawan Tidak Bisa Kaya? Karyawanpun Berhak Kaya

Apakah karyawan tidak punya hak untuk kaya?

Apakah harus berhenti menjadi karyawan agar bisa kaya?

Diskusi perbandingan antara profesi sebagai karyawan dan profesi sebagai pengusaha sampai kapanpun tidak akan selesai pembahasannya. Masing-masing profesi punya faktor resiko, konsekuensi  sekaligus punya potensi untuk kaya dengan jalan masing-masing, asal tahu ilmunya dan tahu bagaimana caranya.

Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang karyawan. Itu adalah sebuah pilihan profesi sesuai dengan kenyamanan dan kemampuan masing-masing orang. Namun ada banyak pintu rezeki yang juga menunggu untuk kita buka dan memberi manfaat pada lebih banyak orang. Apalagi saat ini dukungan teknologi dan jaringan informasi yang sangat mudah diakses kapanpun dan darimanapun makin memperluas jenis pilihan pintu rezeki.

Jangan hanya mengejar uang, tapi bangunlah kekayaan.

Ada banyak pilihan untuk mulai membangun jalur-jalur kekayaan sambil tetap menjalankan profesi sebagai karyawan. Merintis usaha rumahan, bisnis kemitraan dengan orang lain, mulai merintis bisnis online atau langsung menjadi investor sah-sah saja dilakukan oleh orang yang masing berstatus sebagai karyawan.

Yang perlu dipelajari adalah bagaimana cara memulainya, mengelola waktu dan sumber daya yang ada, serta apa saja syarat yang harus kita penuhi agar pintu-pintu rezeki itu bisa kita buka dan menjadi jalan aliran rezeki yang halal dan barokah berikut pola percepatannya.

Baca juga : Calon Pebisnis Masa Depan

Ada sebuah buku ditulis oleh salah seorang sahabat saya, Purnomo Sony. Buku tersebut berjudul Karyawanpun Berhak Kaya, membahas tentang bagaimana cara agar tetap bisa kaya walaupun masih berprofesi sebagai seorang karyawan.  Buku ini memberikan 7 langkah bagaimana menuju kekayaan bagi karyawan.

Purnomo Sony saat ini adalah seorang Trainer Paperasset, Trainer Kewirausahaan untuk UKM dan seorang entrepreneur dengan beberapa lini usaha. Selain sebagai trainer dan entrepreneur, Purnomo Sony juga masih berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang selama 13 tahun bekerja sebagai perawat pelaksana di ruang ICU RSUD Cilacap. Dua tahun sebelumnya Purnomo Sony berprofesi sebagai staf salah satu perusahaan multinasional.

Menurut Purnomo Sony, membangun sebuah usaha bukan hanya berfokus pada ikhtiar dunia saja, tapi sudah dimulai sejak meniatkan diri untuk memulainya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan rencana dan SOP (Standard Operasional Procedur) yang tepat. Sebagai seorang muslim, SOP yang dijalankan adalah yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah karena bisnis bukan hanya tentang keuntungan materi saja.

Baca juga : Memasrahkan atau Memaksakan

Langkah selanjutnya adalah perbaiki prasangka kita pada saat memulai sebuah usaha.  Pikiran, ucapan dan tindakan kita memiliki korelasi pada prasangka kita pada kekuasaan Allah, pada rasa yang kita akses saat berdo’a, kepercayaan kita pada kemampuan diri sekaligus prasangka kita pada hasil yang ingin kita wujudkan. Yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas hidup kita, sambil menjalankan syarat-syarat yang dianjurkan seperti memperbaiki ibadah wajib dan sunnah.

Doa yang sebenarnya bukanlah kalimat-kalimat yang kita ucapkan, melainkan vibrasi pikiran dan perasaan yang kita pancarkan.

Prasangka yang sudah terlatih baik ini akan lebih kuat efeknya saat kita menjaga hati dan pikiran kita dari informasi dan hal-hal yang negatif. Sehingga kita harus selektif memilih informasi yang kita akses berikut kata-kata (termasuk do’a dan ibadah kita), dengan siapa saja kita berteman dan tindakan apa saja yang kita lakukan. Akan lebih powerfull lagi jika kita mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang di lingkungan terdekat kita.

Baca juga : Luck Factor

Dalam buku ini Purnomo Sony membagikan pengalamannya dalam merintis beberapa bisnis yang sudah dibangunnya berikut beberapa tips dan ide bisnis lain yang bisa dilakukan oleh pembaca buku ini. Beberapa bisnis yang dibangunnya sudah memiliki beberapa cabang di kota-kota lain.

Selain membangun bisnis offline/online, ada satu cara lagi yang bisa dilakukan oleh seorang karyawan sebagai jalan kekayaannya. Yaitu dengan melakukan investasi dalam beberapa bidang yang bisa dipilih seperti sektor properti, reksadana, maupun saham. Namun sebelumnya kita harus melakukan financial check up untuk mengetahui kondisi dan keadaan keuangan kita saat itu.

Baca juga : Ilmu Yang Banyak Atau Ilmu Yang Bermanfaat?

Sebelum berinvestasi, pelajari dan pahami dulu ilmunya karena selalu ada faktor resiko dalam setiap pilihan investasi yang dijalankan. Belajar dari buku saja tidak cukup, akan lebih baik jika kita belajar langsung pada ahlinya dan pada orang-orang yang sudah menjalankannya dengan kompetensi ilmu yang  cukup.

Buku ini cukup memberi banyak informasi dan membuka wawasan untuk mulai mencoba membuka jalur rezeki lain. Bahasanya ringan dan mudah dipahami. Hanya saja, terlalu banyak hal yang dibahas dalam buku setebal 164 halaman ini.
Akan lebih baik lagi bila pokok bahasannya dipersempit dan diperdalam pembahasannya, sehingga pengetahuan yang dituliskan akan lebih mudah dilakukan secara detail.

karyawanpun berhak kaya

Judul      : Karyawanpun Berhak Kaya
Penulis   : Purnomo Sony
Co writer: Brili Agung
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Cetakan  : Pertama, 2015
ISBN       : 978020272061
Tebal       : 164 halaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *