Lesson in Life

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Masih ingat dengan quote itu? 😀

Tak Kenal Maka Tak Sayang… Supaya sayang/suka, maka Kita harus berusaha mengenal. Ini bukan hanya berlaku untuk interaksi manusia saja, namun juga berlaku untuk hal yang lebih beragam lagi.

Terkadang Kita sudah merasa tidak suka sebelum memulai melakukan suatu aktifitas… Sehingga kaki rasanya berat untuk melangkah, hati tidak gembira memulainya, kepala tiba-tiba pusing, tangan menjadi lemas, badan panas…. Stooop.. Kok malah seperti tanda-tanda orang sakit demam ya? 😀

Anda pasti pernah mengalaminya, tiba-tiba mendapatkan tugas yang Anda tidak begitu suka. Apalagi dengan jadwal deadline yang ketat. Baru mau mulai saja rasanya sudah berat beban pikiran Anda.

Begitu pula Saya, pernah mengalaminya. Menyusun rancangan rekomendasi teknis dari proyek yang tengah Saya kerjakan bersama beberapa rekan Saya. Karena hasil konsultasi dan data yang ada tak seperti yang Saya perkirakan semula, rasanya beban pikiran menjadi bertambah berat. Kasus berubah total.

Waktu itu rasa malas mudah sekali menggoda, penggunakan waktu menjadi tidak efektif dan efisien lagi, konsentrasi mudah sekali teralihkan oleh gadget, browsing internet, maupun kegiatan outdoor. Hingga akhirnya Saya sadar bahwa itu hanya menunda penyelesaian masalah dan membuang waktu.

Akhirnya Saya berusaha untuk mengenal dulu masalah yang terjadi. Menyingkirkan semua asumsi dan perkiraan-perkiraan awal. Menganggap kasus itu seperti sebuah puzzle raksasa yang menunggu untuk disusun rapi. Mengapa Saya mengibaratkannya sebagai PUZZLE? Karena Saya sangat suka mencari solusi saat bermain teka-teki dan puzzle hehehe…

Jadilah kasus yang sedang Saya tangani itu sebagai sebuah permainan baru, dan kegiatan mencari solusinya menjadi lebih menarik dan menantang untuk dikerjakan. Kegiatan mencari data baru pun berasa seperti mencari kepingan-kepingan puzzle yang menunggu untuk digabungkan hingga membentuk lukisan yang indah..#eaaa 🙂

Saat meeting pun jadi lebih seru dan menarik, karena suasana hati menjadi lebih riang dan bersemangat. Saya jadi lebih mudah menganggapi komentar, kritik dan saran dari rekan kerja yang tidak jarang berakhir menjadi ajang stand up comedy yang mengundang tawa.

Dari situ, Saya juga menjadi lebih mengenal rekan-rekan kerja Saya, ternyata banyak sekali sifat-sifat dan karakter mereka yang akhirnya muncul ter-ekspose keluar, yang membuat Saya lebih mudah memahami mereka. Kami semua  memiliki beban pikiran yang sama, namun akan menjadi jauh lebih ringan saat Kami membuka diri untuk  melihat kemungkinan lain yang positif dan menyebarkan suasana positif itu ke orang-orang di sekitar Kami.

Yang jelas, saat Saya mulai belajar mengenal, menyukai dan mencari sudut pandang yang menarik dari  suatu hal, ternyata hal itu bisa mengubah suasana menjadi lebih menyenangkan dan lebih memberdayakan.

Jadi menurut Saya, pikiran Kita ini sangat powerfull bila diarahkan untuk fokus ke hal-hal yang memberdayakan, menyenangkan, dan membahagiakan.  Kita yang berkuasa atas pikiran Kita.

Cobalah untuk mengenal hal-hal yang ada dan terjadi di sekitar Kita. Sehingga Kita lebih mudah untuk menyayangi/menyukai keberadaan hal tersebut. Supaya Kita mendapatkan banyak manfaat positif dari hal-hal yang terkadang luput dari pandangan mata hati Kita.

Semoga bermanfaat,

Salam Hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *