Lesson in Life

Tersengat Persahabatan

Persahabatan yang indah bukanlah persahabatan yang hanya berisi kata-kata manis, sanjung dan puja-puji, takut melukai perasaan sahabat kita ataupun hal-hal manis yang selalu ditampilkan.

Persahabatan yang indah menurut saya adalah persahabatan yang penuh kejujuran, ketulusan dan kesediaan untuk menarik kta ke arah kebaikan. Caranya tak selalu indah, terkadang manis, terkadang lucu, terkadang pedih, pahit dan bisa jadi menyebalkan. Namun niat baik yang menjadi dasar tindakan itulah yang tak ternilai harganya.

Persahabatan yang hanya berisi kata-kata manis, justru seringkali membuat kita terlena dan tidak rasional lagi dalam berpikir dan menilai. Layaknya permen, manis, menarik, berwarna-warni, sedap di mulut, tapi jika berlebihan dikonsumsi dalam waktu lama, justru merusak gigi.

Sementara persahabatan yang kadang diwarnai perdebatan, perbedaan pendapat dan pertengkaran kecil, selama masih berada di lintasan kebaikan, adalah persahabatan yang memaksa kita untuk melompat lebih tinggi di level kebajikan. Seperti minum jamu, terkadang pahit, tapi menyehatkan. Terkadang seperti tersengat lebah, tapi itulah terapi kehidupan yang Allah kirimkan lewat sahabat.

Sahabat sesungguhnya adalah dia yang bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari, lebih dekat pada Allah dan lebih bijaksana dalam menjalani hidup. Tak selalu manis kata-katanya, terkadang seperti sengatan lebah. Tak selalu nyaman di hati, tapi terasa hangat saat kita pikirkan lebih dalam lagi.

Bolehkah iri pada sahabat kita? Sangat boleh…. untuk 3 hal:

  • Dalam ketekunan beribadah
  • Dalam besarnya manfaat  yang ditebarkan
  • Pada kedalaman ilmu yang dimiliki

Rasa iri pada hal-hal itulah yang akan memacu kita untuk mengejar ketertinggalan. Saat kita menemukan sahabat yang lebih tekun beribadah, lebih banyak hafalan Al Qur’an, lebih ikhlas dalam berbagi ilmu, lebih banyak berbagi manfaat baik dalam bentuk pikiran, waktu, materi dan tenaga, jangan mau ketinggalan. Paksa diri untuk mendekat dan mengejar pencapaiannya.

Sembari mengejar ketertinggalan, nikmatilah hidup dan karunia yang setiap hari Allah berikan pada kita, syukuri sepanjang waktu. Habiskan porsi rasa bahagia kita yang tersedia saat ini. Semoga makin banyak nikmat yang akan Allah beri pada diri kita.

Dear sahabat-sahabatku, teruslah berlari dalam kebaikan. Dan aku akan berusaha mensejajarkan diri dengan pencapaian kalian :))

Salam hangat,

@EvaZahraa

2 thoughts on “Tersengat Persahabatan

    1. aheum.. makasih Om, ini juga curcol efek sering ngobrol random bareng mentioner. Keren deh itu grup, rasanya campur2, apalagi pas ada fragmen marah2an 😀 Susah nemuin teman2 kayak mentioner hihi… Uhibbukum fillaah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *