Life

The Power of Acceptance

Biasanya kita lebih akrab dengan kalimat The Power of Giving, yang sejalan dengan konsep sedekah, keutamaan tangan diatas dan lain sebagainya. Padahal ada satu konsep lagi yang ternyata tak kalah menyenangkan bila dipraktekkan juga. Yaitu The Power of Acceptance/ kekuatan penerimaan. Saya menyimpulkannya dari pengalaman-pengalaman yang saya alami.

Seringkali saya terfokus pada keutamaan memberi, hingga terkadang lupa bahwa saya harus mempersiapkan diri untuk melatih penerimaan. Ada kalanya saat jiwa ini sedang futur (lemah iman), godaan untuk meragukan makna dari apa yang sudah saya berikan dalam hidup ini muncul menggoda hati dan pikiran. Untuk itulah saya sedang belajar tentang¬† Acceptance… Penerimaan.

Ini berbeda lho dengan konsep pasrah tanpa usaha untuk ke arah yang lebih baik. Konsep acceptance versi saya adalah menerima dulu kondisi yang ada tanpa mengeluh, segera mencari sisi yang menarik untuk disyukuri dan selanjutnya mencari alternatif tindakan lain. Sambil tentu saja menikmati proses yang terjadi saat itu.

Kemarin seharian saya berusaha mempraktekkannya. Apapun kenyataan saya temui saat itu saya respon dengan pikiran yang berisi “Baiklah kalau begitu, jadi bagaimana selanjutnya?”.

Kebetulan kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan sahabat saya di kota Semarang. Mulai Jum’at malam saya mempraktekkan konsep Acceptance ini. Saya menghindari kata-kata dan sikap memprotes hambatan yang ada. Hingga Sabtu pagi tiba, saya mengatakan pada diri saya sendiri,”Baiklah, apapun yang terjadi hari ini, saya menikmati prosesnya”.

Dan bergulirlah hari itu dengan kejadian-kejadian menarik dan mengundang rasa syukur. Berbagai kemudahan datang tanpa disangka, mulai dari bantuan transportasi, bantuan teman yang memandu arah lokasi, suasana yang menyenangkan sepanjang perjalanan hingga tempat resepsi.

Bahkan saat ada sedikit “kecelakaan” pun, kami serombongan ternyata dapat menyikapi nya dengan rasa suka cita, seolah-olah itu adalah hal yang menarik untuk dirayakan dan ditertawakan layaknya sesuatu hal yang sangat lucu hihihi… Dan masih banyak lagi hal dan kado-kado yang menyenangkan datang mewarnai hari itu.

Ternyata mempersiapkan diri dan menyatakan sikap untuk menerima keajaiban hidup ini telah merubah mood saya dalam menilai makna peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari itu.  Sikap saya juga ternyata bisa mempengaruhi orang-orang disekitar saya saat itu, sehingga respon pada peristiwa yang mewarnai hari itu juga menjadi sangat menyenangkan.

Bila sikap tersebut setiap hari saya praktekkan, hmmm…kira-kira akan seperti apa ya indahnya hidup saya selanjutnya? ;D

Semoga bermanfaat ^^

Salam cute,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *