Life

Who Moved My Posts?

Kemarin saya mendapat kejutan saat membuka blog saya ini. Tiba-tiba 2 artikel terbaru yang saya tulis tanggal 26 april 2015 ni menghilang. Hiyaaaaa…. creepy. Kok bisa ya? Entahlah, saya juga gagalpaham hehe…

Kronologinya, tanggal 26 malam saya menulis artikel wajib untuk memenuhi tantangan 15 hari yang diadakan di grup Kampoeng Kata-kata. Saya menulis 2 artikel sepulang dari backpacker an bareng sahabat-sahabat saya. Sudah larut malam, setelah mengeluarkan beberapa jurus anti ngantuk: jurus ciprat-ciprat air, jurus ngopi-ngupi dan jurus colok-colok mata, 2 artikel berhasil diposting, yes tidur nyenyak lah saya.

Senin pagi saya ingin menulis artikel berikutnya, sebagai penutup dari 2 artikel tadi. Baru dapat separuh artikel, muncul notifikasi bila koneksi data eror. Jadi saya hentikan kegiatan menulisnya. Setelah itu ternyata server web down tak bisa diakses. Hingga senin sore, web baru kembali bisa diakses. Log in, ngintip daftar posting, dan Jreeeeng…. Saya kehilangan 2 artikel terakhir ditambah draft artikel hari ini.

Saya tunggu sampai malam, berharap artikelnya masih bisa di restore, tak jua mereka kembali #SinetronModeOn Disitu saya merasa sedih. Tidak punya back up nya pula hiks… Duh sayang banget, padahal potonya bagus-bagus. Lho, malah ngomentarin poto 😀

Okeh, sudah dulu lebay nya ya, waktunya nulis serius.

Sebenarnya hal seperti ini bisa dijadikan metafora kehidupan ini. Coba amati perjalanan kehidupan kita. Saya yakin kita semua pernah mengalami analogi hal yang sama. Suatu ketika kita sudah bersusah payah berikhtiar, hasil sudah ada di tangan, dan tiba-tiba ada kejadian yang membuat semua itu hilang musnah. Kecewa, sedih, dan emosi lain boleh lah muncul sebentar. Namun tugas manusia adalah berusaha, dan Tuhan yang menentukan akhirnya, kan? Daripada menghabiskan waktu untuk menyesali yang sudah terjadi, lebih baik lanjutkan ikhtiar saja. Roda hidup terus bergulir, dia tidak akan berhenti menunggu kita semangat lagi.

Pelajaran kedua adalah pentingnya back up plan. Bila gagal di satu rencana, lanjutkan dengan rencana berikutnya. Terus menerus hingga berhasil. Kita tak tahu ada hikmah apa di masa depan. Pasti ada kebaikan yang menanti kita saat kita berikhtiar maksimal dan menyerahkan hasilnya pada ketetapan Allah.

Pelajaran ketiga adalah nikmati prosesnya. Dalam mengerjakan sesuatu, selain kita harus fokus pada target, janganlah lupa untuk mrnikmati perjalanan dan proses meraih target itu. Bukankah Allah menilai prosesnya, cara kita berikhtiar, bukan hasilnya?

Jadi teringat pada sebuah kisah metafora entah sumbernya dari mana hehehe…

Suatu hari, seorang Guru dan murid sedang berbincang-bincang di sebuah taman bunga. Tiba-tiba murid bertanya pada gurunya, “Guru, apakah arti sebuah kesuksesan itu?”

Guru tidak menjawab, beliau hanya mengambil sebuah sendok dan mengisinya dengan madu. Kemudian beliau memberikannya pada murid sambil berkata,”Bawa sendok berisi madu ini mengelilingi taman bunga ini, jaga agar madu nya tidak tumpah dan kembalilah kemari”.

Sang murid berjalan membawa sendok berisi madu itu dengan hati-hati. Dia fokus menjaga madu yang ada di dalam sendok agar tidak tumpah. Dia tak menghiraukan siapa dan apa saja yang nelintas di sekitarnya selama berjalan di taman. Terus berjalan perlahan-lahan hingga akhirnya dia kembali lagi ke hadapan gurunya.

Sang Guru menyambut kedatangan muridnya dengan bertanyaan,”Ada pemandangan indah apa saja di perjalananmu tadi? Apakah kamu memperhatikan indahnya cuaca pagi ini, menikmati sejuknya udara pagi ini, bertegur sapa dengan orang-orang yang kamu temui dan menikmati celoteh anak-anak yang gembira bermain di taman?”

Murid menjawab,”Tidak guru, saya hanya fokus menjaga madu yang ada di dala sendok ini”.

Sang Guru tersenyum dan berkata,”Muridku, kesuksesan adalah sebuah perjalanan, selain fokus pada tujuan, janganlah dirimu lupa untuk menikmati proses perjalanannya dan mensyukuri karunia yang Tuhan berikan di sepanjang perjalananmu termasuk berbagi manfaat dengan orang-orang yang membersamai perjalananmu”.

Nah… Seperti itulah sebuah proses perjalanan kehidupan. Harus seimbang antara do’a, ikhtiar dan syukur. Artikel ini juga sebuah bentuk rasa syukur saya atas menghilangnya 2 artikel saya kemarin huehehe….

Sampai jumpa di artikel selanjutnya,

Salam hangat,

@EvaZahraa

 

 

 

 

1 thought on “Who Moved My Posts?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *