Traveling

Indahnya Madinah di Bulan Ramadhan

“Kota Madinah itu selalu membuat kangen, terutama di Bulan Ramadhan. Suatu saat kamu akan mengerti alasannya”

Kalimat itu pernah saya dengar dari seorang teman. Dia baru saja pulang dari menjalani ibadah umrohnya. Selintas pertanyaan muncul di pikiran saya, “Duh, seperti apa ya rasanya menjalankan puasa Ramadhan di Kota Madinah?”

Alhamdulillah di bulan Mei 2018 saya berkesempatan untuk menikmati Kota Madinah sebelum bertolak ke Kota Mekah untuk menjalankan ibadah umroh. Keberangkatan dari Solo menuju ke bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Ini adalah penerbangan dengan waktu terpanjang yang saya lakukan.

indahnya madinah di bulan ramadhan
Tiket Pesawat Perjalanan Umroh Ramadhan
seat jamaah umroh garuda
Seat Jamaah Umroh Dari Indonesia

Dari bandara King Abdul Aziz Jeddah, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Madinah untuk bermukim selama beberapa hari sebelum menuju Kota Mekah. Saya sengaja mengambil paket umroh di awal bulan Ramadhan. Saya ingin menikmati suasana di Kota Madinah sambil menjalankan ibadah puasa ramadhan.

Masjid Nabawi, Masjid Agung di Kota Madinah

Saat pertama kali melihat Masjid Nabawi, saya langsung paham pada apa maksud kalimat yang ada di awal artikel ini. Suasana yang damai, teduh dan sulit diceritakan muncul saat itu juga.

indahnya madinah bulan ramadhan
Masjid Nabawi terlihat megah dengan menara dan kubah hijaunya.

Di bawah kubah besar yang berwarna hijau itu terletak makam Nabi Muhammad SAW. Makam Rasulullah ini berdampingan dengan makam dua sahabat Rasulullah. Yaitu Abu Bakar As Siddiq dan Umar bin Khattab. Di antara makam Rasulullah dan mimbar tempat beliau berkhotbah terdapat sebuah tempat yang bernama Raudhah.

Untuk menuju raudhah, jama’ah harus mengantri. Untuk keselamatan dan menghindari insiden saat berdesakan, antrian dikelompokkan berdasarkan negara serumpun. Jama’ah Indonesia dikumpulkan bersama dengan jama’ah dari negara-negara melayu.

raudah masjid nabawi madinah
Suasana antrian jama’ah yang ingin memasuki area Raudhah.

Di halaman Masjid Nabawi terlihat payung-payung raksasa yang terbuka saat cuaca panas. Payung raksasa ini juga berfungsi sebagai penampung air hujan yang akan disalurkan menuju penampungan dari pipa yang ada di tengah payung ini. Adegan terbuka dan tertutupnya payung ini menjadi pertunjukan yang menarik untuk para jama’ah masjid.

payung masjid nabawi yang terbuka
Payung raksasa di Masjid Nabawi yang sedang terbuka.

Interior di dalam Masjid Nabawi sangat indah, dengan lengkungan-lengkungan khasnya dan warna emas yang ada di tiang dan beberapa bagian masjid.

indahnya madinah
Interior di dalam Masjid Nabawi yang indah dan khas.

Suasana Menjelang Berbuka Puasa di Masjid Nabawi Madinah

Sebelum berangkat umroh di Bulan Ramadhan, saya agak kuatir juga dengan cuaca di sana. Pasti jauh berbeda dengan cuaca di Indonesia. Menurut informasi yang saya peroleh, suhu di sana diatas 45 derajat Celcius.  Untuk menu makanan, saya tidak cemas karena sudah disediakan katering hotel khusus masakan melayu.

Selain cuaca yang berbeda, pola makan sudah pasti juga berubah. Meskipun cuaca panas dan haus, kami tidak bisa bebas minum untuk mencegah dehidrasi. Cara mensiasatinya adalah dengan banyak-banyak meminum saat sahur, berbuka puasa maupun setelah menjalankan sholat tarawih.

Di Masjid Nabawi ini, sekitar 1 jam menjelang waktu berbuka puasa akan digelar karpet-karpet panjang di halaman masjid. Di atas karpet panjang ini diletakkan sajian untuk berbuka puasa. Sajian ini disediakan oleh para dermawan yang ingin beramal di bulan Ramadhan.

suasana sebelum buka puasa di masjid nabawi
Menjelang waktu berbuka puasa, di halaman Masjid Nabawi disediakan sajian untuk berbuka puasa bagi para jama’ah.

Begitu Adzan Maghrib berkumandang, para jama’ah akan menyantap hidangan. Waktu yang disediakan hanya sekitar 15 menit. Kemudian plastik putih yang diletakkan di depan para jama’ah itu akan digulung begitu waktu berbuka yang disediakan sudah selesai. Dan dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjama’ah.

Setelah sholat Maghrib, pulang ke hotel sebentar untuk makan malam. Kemudian kembali ke masjid untuk melakukan sholat Isya dan sholat Tarawih. Setelah sholat Tarawih selesai sekitar jam 11 malam, barulah saya pulang dan beristirahat di hotel yang berjarak sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi.

indahnya madinah ramadhan
Suasana di Masjid Nabawi di waktu malam setelah Sholat Tarawih. 

Madinah di Bulan Ramadhan Sangat Istimewa

Hari pertama saya di Kota Madinah sangat meninggalkan kesan yang mendalam. Apalagi saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Masih banyak cerita yang akan saya bagikan di kisah berikutnya.

Saat ini ibadah umroh semakin banyak peminatnya dari Indonesia. Kemudahan untuk pesan tiket pesawat banyak tersedia dan mudah diakses. Tinggal pilih waktu, paket dan harganya. Lalu nikmatilah perjalanan yang menyenangkan dan berkesan.

Yuk traveling!^^

1 thought on “Indahnya Madinah di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *