Mengabadikan Tradisi Kotagede Dengan Kamera Fujifilm XT100 dan KEB

Mengabadikan Tradisi Kotagede Dengan Kamera Fujifilm XT100 dan KEB

Salah satu impian saya adalah mempunyai kamera profesioanal, baik DSLR atau kamera Mirrorless. Selama ini saya menggunakan kamera handphone untuk mengabadikan momen traveling saya. Selain karena alasan kepraktisan, juga karena kemudahan mengunggah hasilnya ke sosial media.

Keinginan itu masih menjadi wacana. Setiap kali sudah terkumpul dana yang cukup untuk membeli kamera profesional, seringkali kalah oleh kebutuhan untuk mengikuti workshop pengembangan diri atau untuk traveling, umroh dan lain-lain.

Setiap kali ada informasi pelatihan fotografi, saya mundur teratur karena belum punya kamera DSLR atau mirrorless. Duh…

Arisan Ilmu KEB Jogja : Basic Photography – Explore Kotagede

Rasa ingin tahu untuk belajar fotografi kembali muncul saat Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) Yogyakarta mengadakan event arisan ilmu. Namanya sih arisan, tapi nggak pernah ada kocokan siapa yang dapat arisan. 😀

Arisan ilmu ini hanya sebuah istilah ngumpul bareng emak-emak / embak-embak blogger untuk belajar ilmu dari pemateri yang diundang oleh KEB. Diadakan tanggal 21 April di Warung Jawi, Ndalem Sopingen, Kotagede, Yogyakarta.

Warung Jawi Ndalem Sopingen Kotagede Yogyakarta

Menurut informasi, peserta yang belum punya kamera akan diberi pinjaman oleh sponsor acara @GudangDigitalJogja dan @Fujifilm_id. Semangat ikutan donk saya…

Sehari sebelum event, saya baru sadar kalau acara akan diadakan jam 7 pagi. Sementara jarak dari tempat tinggal saya ke lokasi event sekitar 1,5 jam perjalanan. Begitu juga saat ada informasi susulan jika dresscode acara adalah baju batik. Haduh, apa kabar isi lemari baju saya yang sebagian besar gamis dan hijab berwarna polos.

Jurus darurat dijalankan. Bongkar-bongkar stock baju, dapat deh rok batik, aslinya sarung motif batik yang saya modifikasi menjadi rok. Baju atasannya pakai kaos hitam dan hijab hitam saja. Berangkat jam 05.30 WIB. Katanya ada doorprize untuk 10 peserta yang datang paling pagi. Siapa tahu dapat hadiah. 😀

Eh beneran, di event tersebut saya mendapat doorprize kartu perdana dari @smartfrencommunity. Berisi kuota data 30GB sinyal 4G. Lumayan nih bisa saya gunakan untuk internetan sepuasnya.

@Fujifilm_id dan @GudangDigitalJogja menyediakan 10 kamera mirrorless Fujifilm X-T100 untuk dipinjam para peserta, termasuk saya. Kamera mungil seharga sekitar 9 juta. Senangnya saya bisa icip-icip menggunakan kamera canggih ini. Biar nggak dibilang ndeso, saya dekat-dekat mbak Bulan @ubermoon buat nanya-nanya bagaimana cara menggunakannya.

Alumunium Top Cover Fujifilm X-T100 (sumber : materi slide event)

Sebelum menggunakannya, mbak Bulan meminta saya mengunduh aplikasi Fujifilm Camera Remote. Tadinya saya belum paham untuk apa ini nanti.

Ada 3 macam alumunium top cover dari Fujifilm X-T100, Black, champagne gold dan dark silver. Saya mendapatkan pinjaman yang dark silver. Cukup ringan, hanya 448 gram beratnya. Mantap dipegangnya.

Fujifilm X-T100 (sumber: slide materi event)

Oiya, Fujifilm X-T100 adalah kamera mirrorless yang cocok untuk digunakan oleh entry-level. Dengan touch operation, pop up flash, sensor 24.2MP APS-C, dapat merekam video 4K UHD dengan kecepatan 15fps. Terdapat electronic view finder dan horizontal swing LCD, memudahkan kita untuk melihat obyek foto yang akan dibidik.

Horizontal LCD Fujifilm X-T100 (sumber : materi slide event)

Ada 11 pilihan film simulation untuk dieksplorasi dan 17 advanced filter. Fujifilm X-T100 dibekali dengan fitur konektivitas Bluetooth 4.1, WiFI, USB 2.0, dan micro HDMI. Sehingga memudahkan saya untuk memindahkan filenya dari kamera ke handphone saya dengan menggunakan aplikasi Fujifilm Camera Remote.

KEB Explore Kotagede Bersama @NyetritBareng

Setelah diberikan penjelasan tentang kamera fujifilm X-T100 mirrorless oleh perwakilan Gudang Digital Jogja dan dilanjutkan materi basic photography oleh Mas Ardy Nugroho.

Saya yang newbie di bidang perkameraan, manggut-manggut dulu sambil utak-utik tombol-tombol kamera yang ada. Sambil komat-kamit berdo’a semoga nggak merusakkan kamera keren itu. Ganti ruginya bisa-bisa senilai biaya piknik backpackeran ke negara seputaran ASEAN.

Rute jalan-jalan nyetrit bareng untuk eksplore Kotagede dimulai dari Ndalem Sopin menuju Masjid Mataram Kotagede dan kompleks pemakaman raja-raja Mataram yang ada di sebelahnya. Kebetulan pas ada acara nyadran, atau selamatan di bulan Sya’ban. Puluhan abdi dalem Keraton Yogyakarta mengenakan pakaian adat dan melakukan prosesi do’a.

Banyak hal bisa diabadikan di kompleks Masjid Mataram Kotagede dan Makam Raja-raja Mataram. Serasa kembali ke masa kerajaan Mataram sekian abad yang lalu.

Perjalanan berlanjut menuju Pasar Legi di Kotagede. Kebetulan pas hari pasaran, Minggu Legi. Suasana pasar terlihat sangat ramai, menarik untuk dijadikan obyek pengamatan.

Paduan unik terlihat berbaur di Pasar Legi. Para pengunjung dengan busana tradisional berdampingan dengan pengunjung berbusana modern. Kebaya dan beskap berdampingan dengan gaun dan celana jeans. Sepeda onthel jadul berdampingan dengan sepeda motor terbaru. Delman berdampingan dengan mobil. Kontras yang indah.

Kumpulan Emak Blogger Yogyakarta

Entah sampai kapan tradisi ini akan abadi. Namun kita masih bisa mengabadikannya, dalam bentuk foto dan video. Fitur-fitur dalam kamera Fujifilm X-T100, sangat memudahkan blogger dan vlogger untuk berkarya, mengabadikan eksotisme tradisi adiluhung warisan nenek moyang kita.

2 Replies to “Mengabadikan Tradisi Kotagede Dengan Kamera Fujifilm XT100 dan KEB”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *